Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wisata Edukasi, Siswa Diajarkan Tata Krama Lewat Perjalanan Naik Kereta Api
Advertisement . Scroll to see content

Keindahan Pemandangan Jembatan Lahor, Warisan Lintasan Kereta Era Hindia Belanda

Kamis, 29 Mei 2025 - 08:31:00 WIB
Keindahan Pemandangan Jembatan Lahor, Warisan Lintasan Kereta Era Hindia Belanda
Keindahan Jembatan Lahor. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Pembangunan jembatan itu tidak melibatkan arsitek bangunan secara khusus. Sebab secara spesifikasi dan peruntukkan disebut Indra, cukup oleh arsitektur sipil, serta yang penting teknik dan hitungan bebannya tepat sehingga jembatan bisa terbangun.

Proses pembangunan Jembatan Lahor perbatasan Malang - Blitar era Hindia Belanda (Foto: Istimewa)
Proses pembangunan Jembatan Lahor perbatasan Malang - Blitar era Hindia Belanda (Foto: Istimewa)

"Kalau struktur baja tidak butuh arsitek, tapi hitungan dimensi atau bentuk baja minimal yang perlu untuk menahan beban rencana di masing-masing elemen rangkanya. Jadi, cukup insinyur sipil, tidak butuh keindahan, tapi hitungannya kuat dan aman saat dibebani," ujarnya.

Meski demikian, proses pembangunan jembatan itu kata Indra melibatkan beberapa pekerja dari kaum pribumi atau penduduk lokal. Tapi tidak ada jumlah data berapa pekerja yang dikerahkan. Namun yang jelas proses pembangunan jembatan berlangsung selama kurang lebih dua tahun.

"Jalur Blitar-Malang terhubung setelah segmen Kepanjen-Wlingi tuntas selesai, dan dibuka resmi pada 30 Januari 1897," katanya.

Jembatan kereta api Lahir ini diperbaiki dua kali, perbaikan meliputi renovasi memperkuat konstruksi dan menaikkan daya dukungnya. Renovasi pertama dilakukan pada 1964 oleh perusahaan asal Jepang, Kawasaki Steel Nippon Sharyo bersamaan dengan relokasi rel akibat proyek pembuatan bendungan dan PLTA Karangkates.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut