Keindahan Pemandangan Jembatan Lahor, Warisan Lintasan Kereta Era Hindia Belanda
Pembangunan jembatan itu tidak melibatkan arsitek bangunan secara khusus. Sebab secara spesifikasi dan peruntukkan disebut Indra, cukup oleh arsitektur sipil, serta yang penting teknik dan hitungan bebannya tepat sehingga jembatan bisa terbangun.

"Kalau struktur baja tidak butuh arsitek, tapi hitungan dimensi atau bentuk baja minimal yang perlu untuk menahan beban rencana di masing-masing elemen rangkanya. Jadi, cukup insinyur sipil, tidak butuh keindahan, tapi hitungannya kuat dan aman saat dibebani," ujarnya.
Meski demikian, proses pembangunan jembatan itu kata Indra melibatkan beberapa pekerja dari kaum pribumi atau penduduk lokal. Tapi tidak ada jumlah data berapa pekerja yang dikerahkan. Namun yang jelas proses pembangunan jembatan berlangsung selama kurang lebih dua tahun.
"Jalur Blitar-Malang terhubung setelah segmen Kepanjen-Wlingi tuntas selesai, dan dibuka resmi pada 30 Januari 1897," katanya.
Jembatan kereta api Lahir ini diperbaiki dua kali, perbaikan meliputi renovasi memperkuat konstruksi dan menaikkan daya dukungnya. Renovasi pertama dilakukan pada 1964 oleh perusahaan asal Jepang, Kawasaki Steel Nippon Sharyo bersamaan dengan relokasi rel akibat proyek pembuatan bendungan dan PLTA Karangkates.