Keindahan Pemandangan Jembatan Lahor, Warisan Lintasan Kereta Era Hindia Belanda
Pengukuran kelandaian sesuai standar, serta pengadaan sarana pendukung berupa jembatan, juga tak kalah rumit dan memerlukan waktu singkat. Jembatan dipersiapkan secara teknis guna melintas beberapa sungai di lintas ini, antara lain Sungai Metro, Sungai Bambang, Sungai Dali dan Sungai Lahor, dengan konstruksi berangkat baja terbuka, dengan lantai kendaraan di bagian atas.
"Pelelangan jembatan ini dibuat oleh Kementerian Koloni bagian Biro Teknik, sepaket dengan Jembatan Metro. Pelelangan dimenangkan oleh Firma Fried Krupp dari Essen dengan penawaran total sebesar (florin) f 49.785. Lokasi jembatan ini berada pada KM 86+230 atau 300 meter dari sinyal muka halte Pohgajih dari arah Malang," jelasnya.
Lokasi jembatan di pegunungan dengan sungai-sungai di bawahnya menjadi tantangan tersendiri. Apalagi saat itu belum ada teknologi canggih konstruksi layaknya pembangunan jembatan atau konstruksi infrastruktur seperti saat ini.
"Pakai katrol sederhana yang ada kuncinya itu. Teknologi tuas dan katrol sudah dipakai sejak Mesir saat membangun Piramida. Dari katrol sederhana dengan beda putaran diaplikasikan jadi lift," ucapnya.
"Jadi relnya dipasang dulu, mendekati jembatan, untuk mengangkut material yang masih terburai potongan-potongan yang nantinya disambung dengan baut dan paku keling di lokasi," tambahnya.