Kaya Budaya dan Kuliner, Asyiknya Kunjungi Desa Wisata Tamansari di Kaki Gunung Kawah Ijen
Di Taman Gandrung Terakota terdapat sekitar 1.000 patung penari gandrung yang terbuat dari tembikar. Konon, Gandrung digunakan sebagai ekspresi rasa kagum masyarakat blambangan terhadap dewi sri. Dewi Sri disebut dewi padi yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat atas hasil panen yang melimpah.
Oleh karena itu, di Desa Tamansari, Anda akan menemukan hamparan sawah hijau yang menyegarkan. Keseruan menjelajah hamparan sawah ini semakin terasa saat melihat kegiatan membajak sawah secara tradisional.
Ya, sawah yang ada di Desa Tamansari masih aktif digunakan oleh warga setempat. Anda juga merasakan sensasi membajak sawah secara tradisional dengan membayar paket seharga Rp200.000 per orang. Asyik bukan?
Kegiatan menarik lainnya yang bisa dirasakan oleh pengunjung ialah mengolah belerang. Setiap harinya, masyarakat Desa Tamansari mengolah belerang sebanyak 6 ton yang kemudian didistribusikan ke pabrik gula, industri kosmetik, dan industri kimia lainnya.
“Yang jelas dengan kemasan desa wisata apapun yang ada di Tamansari ini kita tingkatkan nilai ekonominya. Kita nggak merubah apapun. Yang petani tetap petani, yang berkebun tetap berkebun. Kita hanya berusaha mengemas apapun yang dilakukan masyarakat itu, jadi suatu menarik bagi wisatawan,” ujar Rizal Sahputra Kepala Desa Wisata Tamansari.