Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hong Kong Jadi Destinasi Ramah Muslim Terbaik Kedua Dunia 2026, Surga Wisata Halal di Asia!
Advertisement . Scroll to see content

Desa Unik, Semua Warga Dilarang Petik Buah di Pekarangan Rumah Sendiri, Hukumannya Berat!

Rabu, 16 November 2022 - 10:39:00 WIB
Desa Unik, Semua Warga Dilarang Petik Buah di Pekarangan Rumah Sendiri, Hukumannya Berat!
Desa unik di Bali larang warga petik buah (Foto: Instagram @edygautama)
Advertisement . Scroll to see content

Dalam pekarangan harus ada “bale tengah” bagian atasnya dibuat jineng atau lumbung padi, sebelah Selatan dibangun “bale beten” sedangkan pada sisi Barat tempat dapur dan toilet.

Selain ketiga aturan tersebut, untuk memilih kepala desa atau calon pemimpin desa harus melalui proses mesabar-sabatan biu (perang buah pisang). Di mana calon prajuru menurut adat setempat telah dididik sejak kecil. 

Tak cukup sampai di situ, adapun tradisi mageret pandan (perang pandan), di mana dua pasang pemuda akan bertarung di atas panggung dengan saling sayat menggunakan duri-duri pandan. Sebagai bentuk latihan rutin guna menciptakan kondisi masyarakat yang kuat secara fisik maupun mental.

Tempat wisata Desa Pegringsingan

Meskipun dikenal kuat dengan aturan adatnya, Anda bisa melihat lebih dekat kehidupan masyarakat di sini dengan cara mengunjungi Desa Pegringsingan, di mana setiap orang dikenakan harga tiket masuk sebesar Rp10.000. Namun harga dapat berubah sewaktu-waktu.

Berbelanja kerajinan tangan masyarakat Pegringsingan

Sebagian besar, penduduk Pegringsingan bekerja sebagai petani padi dan ada pula yang membuat aneka kerajinan. Beberapa hasil kerajinan tersebut seperti anyaman bambu, ukiran, dan lukisan di atas daun lontar yang telah dibakar, bahkan kain khas dari Pegringsingan. 

Yang lebih istimewanya lagi, kain buatan masyarakat setempat ini menggunakan alat tenun dengan teknik tenun ikat ganda yang mana untuk melakukan teknik ini diperlukan keterampilan khusus untuk membuat satu helai kain tenun. Biasanya, memakan waktu 2,5 sampai 5 tahun, tergantung pada tingkat kesulitan motif kain.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut