Desa Unik di Sulawesi, Warganya Masih Terapkan Ritual Angkat Rumah saat Pindahan
Setelah rumah dipindahkan ke tempat lain, tuan rumah akan menyediakan hidangan untuk dinikmati para warga yang telah membantu memindahkan rumahnya. Makan bersama ini merupakan bentuk ikatan silaturahmi yang erat antara warga.
Hidangan yang dimasak tersebut adalah bentuk ucapan terima kasih dari tuan rumah kepada orang-orang yang telah secara tulus mau membantu untuk memindahkan rumahnya.
Ingin tahu apa alasan ritual angkat rumah ini masih dilakukan? Berikut ulasannya dirangkum pada Rabu (23/11/2022).
Tradisi angkat rumah dilakukan di beberapa daerah lain di Indonesia
Tidak hanya ada di Desa Tinombala, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, hal serupa juga diterapkan oleh masyarakat Bugis, Barru, Sulawesi Selatan. Lebih tepatnya di Desa Lalabata, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru yang masih hidup dan mengakar hingga saat ini.
Kegiatan mengangkat rumah, oleh masyarakat Bugis ini disebut dengan Marakka’ Bola atau Mappalette yang berlangsung secara turun-temurun. Untuk memindahkan rumah seseorang, pesan disampaikan melalui toa atau alat pengeras suara yang ada di masjid, tak lama masyarakat akan berkumpul dan membantu secara sukarela.