Mengenal Asal Usul Songket yang Masuk Daftar Warisan Budaya UNESCO
Menurut UNESCO, istilah Songket secara harfiah mengacu pada teknik tenun dekoratif yang digunakan untuk membuat kain, yang melibatkan penyisipan benang emas atau perak di antara benang dasar. Benang tambahan tersebut kemudian melayang di atas latar belakang dan membentuk anyaman warna-warni yang menciptakan efek ornamen.
UNESCO menyebut, teknik menenun tersebut sudah ada sejak abad ke-16 dan diturunkan dari generasi ke generasi. Corak songket dapat dikenali dari pola desain yang menggunakan bentuk geometris dan elemen organik, seperti bunga, burung, dan serangga.
Songket di Indonesia Lebih Tua?
Secara tradisi, teknik songket sebenarnya ditemukan di beberapa wilayah Asia Tenggara dan tidak cuma di Malaysia. Kendati demikian, harus diakui belum ada kepastian kapan teknik tersebut ditemukan.
Seorang peneliti bernama Robin Maxwell menyebutkan teknik ini diperkirakan masuk ke Nusantara karena pengaruh perdagangan dengan Tiongkok dan India, sekitar abad ke-7 sampai 15. Namun, hipotesis tersebut juga belum memiliki kepastian yang kuat.
Bukti Arkeologis Motif Songket
Membahas asal usul Songket yang masuk daftar warisan budaya tak lengkap jika menilik kajian sejarah hingga arkeologi.