7 Tradisi Kecantikan Mengerikan di Dunia, Telinga hingga Leher Dibuat Memanjang
Sangking cantiknya, mereka harus terlihat tidak menarik untuk perlindungan diri dari suku lain yang ingin merebut mereka. Dari sinilah, kemudian mereka memakai Yapihilo atau penutup hidung yang dari besi besar yang dipasang di hidung mereka. Aksesori tersebut berwarna hitam dan dipakai kepada seluruh penduduk wanita yang sudah tua di suku tersebut. Namun, pada pertengahan abad ke-20, tradisi ini sudah mulai terkikis.
2. Leher panjang Suku Kayan
Jika sedang berlibur ke Thailand, jangan lewatkan untuk berkunjung ke suku yang memiliki wanita berleher panjang. Para wanita Suku Kayan memanjangkan leher menggunakan gelang terbuat dari kuningan sejak berusia 5 tahun. Setiap lempengan gelang kuningan tersebut akan diganti dengan yang lebih panjang secara berkala. Berat lempengan tersebut dapat mendorong tulang selangka turun dan menekan tulang rusuk sehingga membuat leher menjadi panjang. Para wanita Suku Kayan melakukan hal tersebut dengan alasan kecantikan.
3. Telinga Panjang, Suku Dayak Kalimantan
Daerah di Kalimantan di mana Suku Dayak tinggal menjadikan tradisi cantik dengan memiliki daun telinga yang panjang menjuntai hingga ke leher. Tradisi menindik telinga bagi para wanita suku dayak ini dilakukan dengan cara menggunakan anting logam atau emas yang jumlahnya terus menerus bertambah hingga membuat telinga memanjang.
Penambahan anting ini dilakukan setiap satu tahun sekali. Untuk mengetahui berapa usia wanita suku dayak cukup dengan menghitung jumlah anting yang menempel di telinganya. Telinga panjang menurut mereka bertujuan untuk menunjukkan strata sosial dan kebangsawanan.
4. Lip Plate Suku Mursi
Menjadi cantik versi Suku Mursi di Ethiopia ini terbilang sangat aneh dan cukup unik. Bagaimana tidak, mereka menilai kecantikan seorang wanita dari seberapa lebar ukuran mulutnya. Semakin lebar ukuran mulut seorang wanita, maka semakin terlihat cantik. Tradisi memperlebar mulut ini dinamakan Lip Late, wanita di Suku Mursi ini mulai memperbesar ukuran mulutnya pada usia yang amat belia yaitu pada 13 hingga 16 tahun. Meski, terlihat sangat menyakitkan, tradisi ini tetap dilakukan. Pasalnya, jika wanita menolak tradisi ini akan dikenakan sanksi sosial.