Mengenal Tren Perawatan Estetika Regeneratif, Kulit Cantik Alami tanpa Operasi
Tak heran bila treatment injeksi menjadi high demand. Peningkatan pasar estetika injeksi sangat menjanjikan, yaitu 12 persen per tahun dalam 5 tahun ke depan. Indikasi injeksi estetik juga makin luas. Mulai dari botoks yang bekerja di otot, filler, skin booster, dan lain-lain. Dalam 10 tahun terakhir, injeksi botox dan hyaluronic acid (HA) menjadi treatment injeksi yang paling diminati.
"Menariknya, sekarang ada satu kategori baru yang booming, yaitu calcium hydroxylapetite atau collagen stimulator. Terjadi peningkatan 171,8 persen atau dua kali lipat dalam empat tahun terakhir," kata dr Olivia.
dr Olivia menambahkan, estetika regeneratif dapat dicapai dengan perawatan non-invasif seperti collagen stimulator yang sangat diminati oleh dokter estetika di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir, dan diperkirakan perawatan ini akan menjadi perawatan utama di masa mendatang.
"Kolagen stimulator dikenal sebagai biostimulator yang apabila dimasukkan ke dalam kulit merangsang terbentuknya jaringan baru pada kulit sehingga kulit menjadi muda kembali," kata dia.
Aesthetic & Anti-Aging Doctor, Aji Bayu Chandra mengatakan, secara garis besar, terdapat tiga lapisan kulit, yaitu epidermis, dermis, dan subdermis (adipositas). Saat masih muda, susunan sel-sel di epidermis masih rapi. Di lapisan dermis, fibroblast, serat kolagen, dan serat elastin masih banyak. Turun lagi ke lapisan subkutan, sel lemak masih rapi, sehingga kulit tampak rata, mulus, kenyal, dan kelembapannya baik.