Bunyi Duk-Duk di Rel Kereta: Celah Kecil yang Menjaga Keselamatan Besar
Selain celah sambungan yang menghasilkan bunyi duk-duk saat roda kereta melintas, KAI juga menggunakan rail joint bars (plat sambungan) dan fish bolts (baut khusus) untuk menyambungkan antar batang rel. Sistem ini memberikan fleksibilitas terhadap perubahan suhu sekaligus memudahkan proses perawatan dan penggantian rel.
Untuk jalur-jalur strategis dan padat, KAI kini banyak menggunakan rel jenis continuous welded rail (CWR), yang disambung tanpa celah. Namun, rel jenis ini memerlukan sistem penanganan ekspansi termal yang lebih kompleks, seperti rail anchor dan ballast retention.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa suara sambungan rel dan keberadaan celah adalah bagian dari sistem yang aman dan sudah sesuai standar internasional,” ujar Ixfan. “Ini adalah bagian dari komitmen KAI untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api.”
Melalui edukasi seperti ini, KAI berharap masyarakat semakin mengapresiasi aspek teknis dari operasional perkeretaapian—termasuk bunyi duk-duk yang ternyata punya peran penting dalam menjaga keamanan perjalanan.
Editor: Komaruddin Bagja