Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dorong Penguasaan Teknologi AI, Komdigi Kerja Sama ASEAN Foundation
Advertisement . Scroll to see content

AI Bantu Deteksi Dini Kanker, Jadi Asisten Digital Tenaga Medis

Jumat, 27 Februari 2026 - 10:34:00 WIB
AI Bantu Deteksi Dini Kanker, Jadi Asisten Digital Tenaga Medis
Kehadiran AI menjadi “asisten digital” bagi tenaga medis dalam membaca hasil pemeriksaan radiologi maupun patologi anatomi. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

“Melalui implementasi teknologi AI sebagai pendamping tenaga medis, proses identifikasi tipe kanker payudara—termasuk status HER2 beserta subkategorinya—dapat dilakukan lebih cepat dan akurat. Hal ini diharapkan mendukung pengambilan keputusan terapi yang lebih tepat dan tepat waktu di praktik klinis,” kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik Dr dr Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM.

Data GLOBOCAN 2020 mencatat sekitar 65 ribu kasus baru kanker payudara di Indonesia dengan lebih dari 22 ribu kematian. Sebagian kasus berkaitan dengan ekspresi Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER2), protein yang mendorong pertumbuhan sel kanker lebih agresif.

Melalui AI, hasil patologi anatomi dapat diakses secara real-time di seluruh jaringan rumah sakit Siloam di Indonesia, bahkan melalui perangkat mobile. Hal ini memangkas waktu interpretasi dan pengiriman hasil serta mempercepat keputusan klinis.

“Terapi target anti-HER2, bila diberikan secara tepat, dapat memperpanjang kelangsungan hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Pemanfaatan AI juga dapat meningkatkan akurasi penilaian hingga sekitar 92 persen serta memperbaiki konsistensi antar-pemeriksa dari 66 persen menjadi 82 persen, terutama pada subkategori HER2-low dan HER2-ultralow, sehingga dapat memperkuat ketepatan klasifikasi dan pengambilan keputusan klinis,“ ujarnya.

AI Bantu Deteksi Dini Kanker Paru Lebih Efisien

Selain kanker payudara, AI bantu deteksi dini kanker paru melalui sistem skrining berbasis analisis citra CT scan. Kanker paru berdasarkan data GLOBOCAN 2020 menempati urutan ketiga sebagai jenis kanker dengan jumlah kasus baru terbanyak di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut