8 Ilmuwan Muslim yang Karyanya Mendunia, Penemuannya Masih Penting sampai Sekarang
Karya:
Abu Al Wafa Muhammad al Buzjani adalah orang pertama yang menunjukkan sifat umum teorema sinus relatif terhadap segitiga bola. Dia mengumumkan secan dan cosecan untuk pertama kalinya. Dia menambahkan solusi masalah geometris dalam geometri.
Al Hasan Ibn Al Haytham dilahirkan di Basra, Irak, pada 1 Juli 965 Masehi dan meninggal di Kairo, Mesir, pada 6 Maret 1040. Abu Ali al-Hasan bin al-Hasan bin al-Haytham atau Ibnu al-Haytham, di barat lebih dikenal dengan nama Alhazen adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat.
Karya:
Melalui Buku Optiknya (Kitab al-Manazir) dan terjemahan Latinnya (De Aspectibus), gagasannya mempengaruhi para sarjana Eropa dan Pada abad ke-17. Eropa memecahkan masalah yang dibingkai oleh Al Hasan Ibn Al Haytham yang dikenal sebagai masalah Al-Hasan.
Saat ini, banyak yang menganggapnya sebagai tokoh penting dalam sejarah optik dan "Bapak Optik modern" karena penemuannya dalam optik dan visi membalikkan kesalahpahaman selama berabad-abad.
Abu Rayhan al Biruni merupakan matematikawan asal Persia. Dia juga dikenal sebagai astronom, fisikawan, sarjana, penulis ensiklopedia, filsuf, pengembara, sejarawan, ahli geografi, ahli farmasi dan guru.