AI dan Deepfake Makin Canggih, KADIN Minta Perbankan Perkuat Keamanan Siber
JAKARTA, iNews.id – Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jakarta sekaligus Co-Founder Asosiasi Pemimpin Digital Indonesia (APDI) Arif Ilham Adnan mengingatkan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi deepfake meningkatkan risiko penipuan di sektor jasa keuangan.
Arif menilai, kondisi tersebut menuntut perbankan dan lembaga keuangan memperkuat perlindungan siber sekaligus menjaga kepercayaan nasabah.Meski transformasi digital membawa banyak manfaat bagi industri perbankan, pertumbuhan transaksi digital juga memunculkan ancaman baru berupa AI-powered fraud yang semakin canggih.
"Ancaman yang kini dihadapi bukan hanya serangan siber biasa, tetapi juga penipuan berbasis AI seperti deepfake, synthetic identity, hingga social engineering yang semakin kompleks," ujarnya dalam acara World AI Show Indonesia di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Menurut Arif, penggunaan teknologi verifikasi identitas seperti liveness detection menjadi semakin penting untuk memastikan identitas pengguna benar-benar asli dan mencegah penyalahgunaan teknologi AI.
Ia mengutip data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang menunjukkan Indonesia menghadapi sekitar empat miliar anomali siber pada semester pertama tahun lalu, dengan nilai kerugian yang dilaporkan mencapai sekitar Rp8 triliun.