AI Bantu Penyandang Disabilitas Masuk Ekonomi Digital, Ini Caranya!
Salah satu hal yang menarik, pendekatan pembelajaran dalam program ini dirancang lebih aksesibel bagi penyandang disabilitas. Materi pelatihan disesuaikan agar mudah dipahami, sekaligus melibatkan fasilitator dari kalangan disabilitas sendiri.
Dalam diskusi publik bertema regulasi AI dan inklusivitas, fasilitator penyandang disabilitas netra Edi Suwanto turut menyoroti pentingnya pengembangan teknologi yang ramah bagi semua kelompok masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan penguasaan AI kini menjadi jembatan penting untuk memperluas kesempatan ekonomi dan sosial.
"Teknologi AI sejatinya bukan untuk menggantikan manusia, melainkan untuk meluaskan ruang kesempatan. Penguasaan AI menjadi jembatan krusial, termasuk bagi kawan-kawan penyandang disabilitas untuk mandiri dan berdaya," tuturnya.
Ia menegaskan bahwa di era digital saat ini, inklusivitas bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus diwujudkan bersama.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Microsoft dan Alunjiva Indonesia berencana terus mengembangkan program ini melalui penguatan komunitas pembelajaran, pelatihan fasilitator daerah, hingga pembentukan ekosistem AI yang berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.
Editor: Muhammad Sukardi