AI Bantu Penyandang Disabilitas Masuk Ekonomi Digital, Ini Caranya!
Founder Alunjiva Indonesia, Nicky Clara, mengatakan akses terhadap teknologi masih menjadi tantangan besar bagi banyak kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Karena itu, pendekatan pembelajaran AI perlu dibuat lebih inklusif dan dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.
"Bagi banyak kelompok rentan dan penyandang disabilitas, akses terhadap teknologi masih menjadi tantangan," ujarnya dalam EQUAL Convening Summit di Gedung Komisi Nasional Disabilitas, Jakarta, belum lama ini.
"Karena itu kami percaya bahwa literasi AI perlu dibangun dengan pendekatan yang inklusif, mudah dipahami, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat sehari hari," tambahnya.
Menurut Nicky, AI tidak seharusnya hanya dipahami sebagai teknologi masa depan yang rumit, melainkan alat yang bisa membantu masyarakat meningkatkan kapasitas dan membuka peluang ekonomi baru.
"Melalui program EQUAL, kami ingin memastikan bahwa AI tidak hanya dipahami sebagai teknologi masa depan, tetapi juga menjadi alat pemberdayaan yang dapat membuka akses, meningkatkan kapasitas, dan menciptakan peluang baru bagi semua orang," katanya.