Tragedi Tendangan Kungfu di EPA U-20 Berakhir Damai, Fadly Alberto dan Raka Nurholis Saling Berangkulan
Dia juga menyadari dampak dari aksinya terhadap citra sepak bola Indonesia. Fadly menilai tindakannya sebagai kesalahan besar.
"Saya meminta maaf sebesar-besarnya karena ini tindakan yang mungkin paling bodohlah di sepak bola yang tentunya masyarakat Indonesia tidak suka," katanya.
Fadly Alberto Minta Maaf usai Tendangan Kungfu Viral, Akui Perbuatan Bodoh
Permohonan maaf tersebut tidak hanya ditujukan kepada Raka, tetapi juga kepada seluruh tim dan masyarakat sepak bola Indonesia. Dia menegaskan penyesalan datang dari dirinya bersama tim dan staf Bhayangkara FC U-20.
Raka Nurholis menerima permintaan maaf tersebut dengan sikap terbuka. Dia memilih memaafkan meski mengalami cedera akibat insiden tersebut.
PSSI Murka! Tendangan Kungfu Fadly Alberto Berujung Sanksi Berat
"Saya memaafkan Alberto. Memang mungkin pada saat kejadian emosinya tidak terkontrol tapi saya memakluminya," katanya.
Dia berharap peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Raka menilai kejadian tersebut bisa menjadi bahan evaluasi bersama.
"Semoga dengan kejadian ini kita bisa mengambil hikmah dan bisa mengevaluasinya untuk kita bersama," ungkapnya.
Perdamaian ini menjadi penutup dari insiden panas di EPA U-20. Saling berangkulan antara Fadly dan Raka menjadi simbol kuat sportivitas kembali ditegakkan di lapangan.
Editor: Abdul Haris