Sejarah Sepak Bola Indonesia dari Masa Penjajahan sampai PSSI, Lahir dari Semangat Nasionalisme
Dilansir iNews.id dari laman resmi PSSI, Rabu (24/8/2022), kelahiran PSSI betapapun terkait dengan kegiatan politik menentang penjajahan dan semangat nasionalisme.
Tokoh penting yang mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pendiri organisasi induk sepak bola Indonesia adalah Ir. Soeratin Sosrosoegondo. Ia adalah pria asal Yogyakarta lulusan Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman pada tahun 1927.
Setelah kembali ke tanah air pada tahun 1928, Soeratin yang didorong oleh jiwa nasionalis tinggi terbilang aktif di bidang pergerakan. Soeratin melihat bahwa sepak bola dapat wahana untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda, sebagai sarana resistensi terhadap Belanda.
Pada tahun 1930, ia mempertemukan para tokoh organisasi sepak bola di Tanah Air untuk membahas pendirian sebuah organisasi sepak bola nasional yang mempunyai idealisme sesuai dengan cita-cita rakyat Indonesia. Tepatnya pada 19 April 1930, berkumpullah wakil - wakil dari berbagai organisasi sepak bola nasional di Yogyakarta.
Antara lain yang turut hadir adalah wakil dari perkumpulan sepak bola dari berbagai daerah. Mulai dari Voetbalbond Indonesische Jakarta (VIJ) dari Jakarta, Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond (BIVB) dari Bandung, Persatuan Sepak Bola Mataram Yogyakarta (PSM) dari Yogyakarta, Vorstenlandsche Voetbal Bond Solo (VVB), Madionsche Voetbal Bond (MVB) dari Madiun, Indonesische Voetbal Magelang (IVBM), hingga Soerabaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB) dari Surabaya.