Rahasia Evandra Florasta Tokcer di Timnas Indonesia U-17: Latihan 5 Jam Sehari
Namun lagi-lagi SSB yang diikuti oleh Evan bubar. Tapi sebelum bubar selama di SSB Kameta itu beberapa kali Evan berhasil menjuarai turnamen tingkat junior, pencapaiannya pun minimal juara 2 atau minimal masuk final.
Keluar dari SSB juga membuat bakat Evandra terendus beberapa SSB dari Surabaya. Dia sempat mengikuti turnamen memperkuat SSB di Surabaya, saat itu final bertemu dengan Persema Malang. Di babak final itu Evan berhasil mengantarkan timnya juara, hingga ditawarkan masuk ke Persema Malang.
"Kita tidak mau terikat dengan salah satu tim, salah satu SSB, saya ikut Persema karena saya anak Malang, tapi kalau ada event Persema ikut ya ikut Persema, tapi kalau tidak ikut, ya ikut tim lain, jadi tidak terikat satu tim, satu SSB," jelasnya.
Semenjak itulah akhirnya karier Evandra melejit. Beberapa tim kerap kali menggunakan jasanya. Menariknya setiap Evan memperkuat tim atau SSB yang ada selalu timnya masuk final. Bakatnya terus terasah didukung dengan kedua orang tuanya, terutama sang ayah yang ternyata rutin mengevaluasi permainannya.
"Kalau si Evan main itu saya di pojokan tidak gabung orang tua lainnya, saya keluarkan buku dan pulpen, saya catatkan detail, umpannya gini, kontrol gini, kekurangannya apa, itu selalu saya catat, selalu dan jadi kebiasaan saya catat, bahkan sampai dia masuk Timnas pun masih begitu," paparnya.
Setelah itu saat Evan pulang biasanya ia kembali melatih Evan di rumah. Setiap kekurangannya dilatih dan dievaluasi, tak jarang Evan dan ayahnya berlatih hingga 5 jam setiap hari.
"Setiap pulang rumah itu kita evaluasi, kita punya, kita punya rumus, punya rahasia sendiri. Dari kesalahan itu kita drill evaluasi," ucapnya.
Editor: Reynaldi Hermawan