Rahasia Evandra Florasta Tokcer di Timnas Indonesia U-17: Latihan 5 Jam Sehari
Setelah dirasa cukup memiliki kemampuan dasar mengumpan, kontrol, serta teknik-teknik dasar sepak bola, sang ayah kemudian memasukkan Evandra yang masih berusia 7 tahun kurang itu ke Sekolah Sepak Bola (SSB). SSB pertama yang diikuti Evandra yakni SSB Angkasa, tapi SSB itu akhirnya bubar selama enam bulan.
Tapi dia tetap melatih anaknya secara otodidak dengan disiplin. Bahkan dia menceritakan saat masih kecil Evan, sapaan akrabnya kerap masih terjatuh saat menendang bola, karena tubuhnya yang masih kecil.
"Masuk SSB usia 7 tahun sudah bisa ngontrol dan menggiring, dikasih modal passing dan kontrol, masih kecil sekali, nendang bola masih jatuh, ngomong belum lancar," ungkapnya.
Setelah itu Evan kembali masuk ke SSB yang berjarak 17 kilometer dari rumahnya. SSB Kameta menjadi SSB berikutnya yang dimasuki oleh Evan. SSB Kameta itu ditemukan Oktamus tak sengaja saat dia tengah mencari SSB di Kota Malang.
"Keinget hari Kamis keluar, keliling ketemu satu tim SSB liar, namanya Kameta kalah menang tarung di Rampal, Lapangan Bela Negara, SSB tidak terdaftar di PSSI dilatih Baroji di Kameta kalah menang tarung," tuturnya.