Memalukan! Nyanyian Anti Muslim Guncang Laga Spanyol vs Mesir, Lamine Yamal Ngambek
Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol langsung bereaksi atas insiden tersebut. Mereka mengecam keras segala bentuk rasisme di dalam stadion.
Rashford Kena Hukuman di Barcelona, Kini Datang 30 Menit Lebih Awal Demi Selamatkan Karier
“RFEF berdiri melawan rasisme dalam sepak bola dan mengutuk setiap tindakan kekerasan di dalam stadion,” tulis pernyataan resmi mereka di media sosial.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, juga menyampaikan kemarahannya. Dia menilai tindakan tersebut tidak bisa diterima dalam dunia sepak bola.
Barcelona Dapat Kabar Buruk, Raphinha Cedera usai Bela Timnas Brasil
“Saya muak dan sepenuhnya menolak segala bentuk xenofobia atau rasisme — itu benar-benar tidak bisa ditoleransi,” ujar De la Fuente dalam konferensi pers dikutip dari ESPN.
“Saya tidak tahu persis apa protokolnya, tetapi saya pikir keputusan menampilkan pesan di papan skor dan membuat pengumuman sudah tepat," ujarnya.
“Orang-orang yang melakukan itu memalukan — dan mayoritas di stadion menyiuli mereka. Tidak ada lagi yang bisa dikatakan. Mereka tidak mewakili sepak bola. Mereka memanfaatkan sepak bola, seperti yang mereka lakukan di aspek lain kehidupan. Mereka harus disingkirkan dari masyarakat — semakin jauh semakin baik.”
Mesir dikenal sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, dengan Islam sebagai agama resmi negara. Salah satu pemain Spanyol yang tampil, Lamine Yamal, juga seorang Muslim yang memiliki latar belakang keluarga Maroko dan sempat menjalankan ibadah Ramadan.
Menurut laporan SER, Lamine Yamal menjadi satu-satunya pemain yang meninggalkan stadion tanpa menyapa para pendukung. Bintang Barcelona itu tampaknya kecewa berat dengan kelakuan ulah suporter.
Pertandingan ini menjadi bagian dari persiapan menuju Piala Dunia 2026. Spanyol tergabung di Grup H bersama Cape Verde, Arab Saudi, dan Uruguay, sementara Mesir berada di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Iran.
Editor: Reynaldi Hermawan