Mantan Bintang Arsenal Jadi Korban Penyerangan di Turki, Pelaku Akui Motif Emosi Pribadi
Dalam keterangannya, Torreira menjelaskan aktivitasnya sebelum insiden terjadi.
"Pada 12.05.2026, saya bermain tenis selama sekitar 2 jam bersama teman-teman saya di Hotel Rixos yang terletak di Jalan Taşkızak Shipyard di Distrik Camiikebir. Sekitar pukul 18.00 saya mandi dan mengganti pakaian, lalu pergi ke luar," kata dia.
Dia melanjutkan bahwa peristiwa penyerangan terjadi setelah dia bertemu seorang pria yang awalnya meminta foto bersama.
"Seorang pria mendekati saya dan mengatakan ingin berfoto bersama. Setelah berfoto, saya melihat pria lain mendekat dan mengira dia juga ingin berfoto. Namun setelah mendekat, dia tiba-tiba memukul sisi kiri kepala saya. Saya tidak mengerti apa yang terjadi," ujar dia.
Torreira menyebut dirinya tidak melakukan perlawanan terhadap pelaku dan justru mencoba menghindari konflik.
"Saya mencoba melindungi diri. Pada saat itu, sopir saya Eray Saylan dan teman saya David Caceres datang untuk melindungi saya dan menjauhkan pria tersebut. Setelah dipisahkan, pria itu mencoba kabur dengan taksi. Saya tidak melakukan tindakan fisik apa pun terhadap pria tersebut," kata dia.