Main Agresif, Timnas Indonesia U-22 Nyaris Kalahkan Mali pada Pertemuan Kedua di Pakansari
Meski energi mulai terkuras, Indonesia tetap bermain agresif. Pada menit ke-77, Indra melakukan tiga pergantian sekaligus dengan memasukkan Rayhan Hannan, Brandon, dan Jens Raven menggantikan Mauro, Dion Markx, dan Struick.
Indonesia mendapat peluang emas pada menit ke-81 ketika Rayhan dijatuhkan di depan kotak penalti. Tendangan bebas kaki kiri Dony Tri ditepis Sissoko, dan bola rebound gagal dimanfaatkan Rayhan karena tembakannya tidak akurat.
Di masa injury time, Daffa kembali melakukan penyelamatan penting yang memastikan Indonesia tidak kebobolan untuk ketiga kalinya. Laga pun berakhir imbang 2-2, hasil yang memperlihatkan agresivitas permainan Timnas U-22 yang sebetulnya pantas meraih kemenangan.
Indonesia U-22 (3-4-3)
Daffa Fasya; Muhammad Ferarri, Dion Markx, Kadek Arel; Raka Cahyana, Ivar Jenner, Rivaldo Pakpahan, Dony Tri Pamungkas; Hokky Caraka, Mauro Zijlstra, Rafael Struick
Pelatih: Indra Sjafri
Mali U-22 (4-3-3)
Mayame Sissoko; Issa Traore, Sekou Doucoure, Dan Sinate, Boubakar Dembaga; Hamidou Makalou, Sekou Kone, Ibrahima Diakite; Moulaye Haidara, Pape Niama Sissoko, Aboubacar Sidibe
Pelatih: Fousseni Diawara
Editor: Abdul Haris