Kericuhan EPA U-20 Meledak! PSSI Tegaskan Aturan Anti-Rasisme
Dalam pertemuan tersebut, kedua kubu saling memaafkan, namun evaluasi tetap dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Buntut Tendangan Kungfu EPA U-20, Fadly Alberto dan Raka Nurholis Resmi Berdamai
Salah satu sorotan utama dari insiden ini adalah dugaan adanya ujaran bernuansa rasis yang memperkeruh suasana pertandingan.
Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, angkat suara terkait insiden tersebut dan menegaskan pentingnya menjaga sportivitas di semua level kompetisi.
Kasus Tendangan Kungfu EPA U-20 Resmi Ditutup, Dua Klub Sepakat Evaluasi Total
Dia menekankan prinsip anti-rasisme harus menjadi pegangan utama dalam sepak bola Indonesia.
“Pemain sepak bola harus saling menghormati satu sama lain, bahkan saat bertanding. Tidak boleh ada rasisme, tidak boleh ada penghinaan. Ini sangat penting,” ujar Ogawa kepada awak media di GBK Arena, Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Tragedi Tendangan Kungfu di EPA U-20 Berakhir Damai, Fadly Alberto dan Raka Nurholis Saling Berangkulan
Ogawa menegaskan keamanan dalam pertandingan tidak hanya soal fisik, tetapi juga perlindungan dari tindakan diskriminatif.