Italia Diminta Tinggalkan Tiki-Taka! Ruud Gullit: Kembali ke DNA Bek Tangguh
Dia mengkritik tren tim yang memaksakan gaya bermain dari belakang seperti tiki-taka.
“Sekarang semua orang ingin memainkan tiki-taka dari area penalti sendiri, tetapi itu tidak cocok untuk semua orang,” tegasnya.
Sepanjang kariernya, Gullit mencatatkan 178 penampilan di Serie A dengan torehan 62 gol dan 46 assist.
Sebagian besar kariernya dihabiskan bersama AC Milan, sebelum sempat memperkuat Sampdoria dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Chelsea pada 1995.
Selama berseragam Milan, dia meraih tiga gelar Serie A, dua Liga Champions, dua Piala Super Eropa, satu Piala Interkontinental, dan dua Supercoppa Italiana.
Dia juga menambah koleksi trofi dengan memenangkan Coppa Italia bersama Sampdoria, memperkuat statusnya sebagai salah satu legenda besar sepak bola Eropa.
Editor: Reynaldi Hermawan