Daftar 5 Tim Juara yang Gelarnya Dicabut karena Skandal, Salah Satunya Juventus
DAKAR, iNews.id - Gelar Piala Afrika 2025 milik Senegal dicabut. Hal ini memicu kehebohan besar di dunia sepak bola setelah keputusan resmi mengubah hasil final secara drastis.
Keputusan itu diambil oleh Confederation of African Football (CAF) yang menyatakan Senegal kalah walkover, sehingga kemenangan diberikan kepada Timnas Maroko dengan skor 3-0. Padahal di lapangan, Senegal sempat meraih kemenangan 1-0 lewat perpanjangan waktu.
Kontroversi bermula dari gol Senegal yang dianulir di akhir waktu normal. Situasi memanas ketika VAR menghadiahkan penalti untuk Maroko. Protes keras membuat pemain Senegal sempat meninggalkan lapangan sebelum akhirnya kembali melanjutkan pertandingan.
Penalti yang dieksekusi Brahim Diaz gagal berbuah gol. Senegal kemudian mencetak gol kemenangan di babak tambahan. Namun hasil tersebut kini resmi dihapus dari catatan sejarah, dan Maroko tercatat sebagai juara turnamen yang digelar di kandang mereka.
Jelang Lawan Juventus, Grosso Optimistis Performa Jay Idzes Dkk Meningkat
Kasus ini menambah daftar panjang tim yang harus kehilangan gelar setelah dinyatakan juara. Dalam sejarah sepak bola, ada sejumlah insiden serupa yang dipicu berbagai pelanggaran serius.
Deretan Juara yang Dicabut Gelarnya
Bintang MU Ingin Pergi! Juventus dan AS Roma Saling Sikut
1. Elgin City 1992/1993
Kasus pertama datang dari Klub Skotlandia Elgin City pada musim 1992/1993. Klub ini awalnya mengunci gelar Highland League usai menang telak 6-0 atas Forres Mechanics di laga terakhir.
Juventus vs Sassuolo: Jay Idzes Cs Siap Ledakkan Allianz Stadium!
Namun, mereka memanfaatkan celah aturan dengan memajukan jadwal pertandingan agar pemain yang seharusnya terkena skorsing tetap bisa tampil. Termasuk manajer merangkap pemain, John Teasdale. Akibatnya, gelar mereka dicabut dan musim tersebut berakhir tanpa juara.
2. Olympique Marseille
Boga Menggila! Juventus Tumbangkan Udinese, Thuram Jadi Tumbal
Kasus besar juga menimpa Olympique Marseille pada musim 1992/1993. Klub itu sebenarnya meraih gelar liga dan Liga Champions, tetapi kehilangan trofi domestik akibat skandal suap.
Pemilik klub saat itu, Bernard Tapie, terbukti menawarkan uang kepada pemain lawan agar bermain santai. Skandal ini membuat Marseille terdegradasi ke Ligue 2 dan gelar liga dicabut tanpa pengganti resmi.