Data dari Sky Sport Italia menunjukkan, Juventus memang menduduki peringkat keempat Serie A dalam hal perebutan bola di area atas, tetapi justru berada di posisi ke-18 dalam menciptakan peluang dari situasi tersebut.
Artinya, pressing tinggi mereka efektif, tapi serangan kerap berakhir tanpa arah di sepertiga akhir lapangan.
Tudor juga sering merotasi penyerang tengah — dari Dusan Vlahovic, Jonathan David, hingga Kenan Yildiz — tanpa menemukan kombinasi ideal.
Spalletti, yang dikenal dengan sistem 4-3-3 progresifnya, harus memberi struktur dan hierarki yang lebih jelas di lini depan agar serangan Juventus lebih tajam dan efisien.
Dengan pemain seperti Vlahovic, Yildiz, dan Conceiçao, Juventus seharusnya bisa menjadi mesin gol seperti Napoli-nya Spalletti di musim 2022/2023.