Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Daftar 6 Tim Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026: Belgia Susul Spanyol
Advertisement . Scroll to see content

2 Evaluasi Brasil usai Tersingkir Menyakitkan dari Piala Dunia 2026, Salah Satunya Pertahankan Ancelotti

Senin, 06 Juli 2026 - 16:00:00 WIB
2 Evaluasi Brasil usai Tersingkir Menyakitkan dari Piala Dunia 2026, Salah Satunya Pertahankan Ancelotti
Brasil tersingkir mengejutkan dari Piala Dunia 2026 usai kalah dari Norwegia, evaluasi total diperlukan demi kembali ke final. (Foto: FIFA)
Advertisement . Scroll to see content

1. Kontrol Lini Tengah Jadi Titik Kritis

Dalam laga melawan Norwegia, Brasil sempat menunjukkan kualitas menyerang, tetapi gagal mengendalikan permainan secara konsisten. Sepak bola internasional modern menuntut organisasi setara dengan kreativitas, termasuk kontribusi bertahan dari seluruh pemain.

Lini tengah kembali menjadi pekerjaan rumah. Banyak laga gugur ditentukan di area ini, tempat tempo, pressing, dan pengambilan keputusan menentukan arah pertandingan. Brasil memiliki teknik mumpuni, namun butuh gelandang yang mampu mengatur ritme di bawah tekanan sekaligus melindungi lini belakang saat kehilangan bola.

Generasi gelandang muda Brasil akan memegang peran vital menuju turnamen besar berikutnya. Selain kualitas teknis, ketahanan mental juga krusial. Piala Dunia jarang dimenangkan tanpa melewati momen sulit seperti kebobolan lebih dulu atau gagal memaksimalkan peluang.

2. Pertahankan Ancelotti

Meski hasilnya mengecewakan, posisi Ancelotti tidak seharusnya langsung dipertanyakan. Dia memiliki rekam jejak luar biasa di sepak bola klub, dengan gelar liga di berbagai negara serta rekor juara Liga Champions terbanyak sepanjang sejarah.

Sepak bola internasional memiliki tantangan unik. Waktu persiapan terbatas membuat penerapan sistem kompleks tidak mudah. Konsistensi memberi kepercayaan pada visi jangka panjang Ancelotti bisa menjadi keuntungan Brasil jika dijaga hingga turnamen mendatang.

Pergantian pelatih usai kegagalan Piala Dunia terbukti jarang memberi hasil instan. Brasil memiliki fondasi pemain muda kuat. Vinícius Junior diproyeksikan tetap menjadi pusat serangan, sementara talenta baru di Eropa terus memperkaya kedalaman skuad.

Tantangan berikutnya terletak pada efisiensi di momen krusial. Laga gugur sering ditentukan oleh sedikit peluang. Jika Brasil mampu menyatukan talenta individu, disiplin taktik, dan ketenangan mental, jalan kembali ke final Piala Dunia masih terbuka.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut