Polemik Kickboxing SEA Games 2025 Memanas! NOC Indonesia Bilang Begini
Menurut Okto, unggahan tersebut berpotensi membuat Jerni kehilangan medali, karena dinilai melanggar regulasi federasi. Oleh sebab itu, Krisna Bayu, selaku anggota Exco NOC Indonesia, melakukan komunikasi langsung dengan atlet yang bersangkutan.
“Kita ingin menyampaikan kepada masyarakat Indonesia bahwa apa yang dilakukan itu sudah sesuai aturan, dan bahkan prioritas utama kita menjaga Merah Putih. Pada hari itu, disini ada saksinya pak Ngatino, Indonesia hampir kehilangan medali karena kelakuan dari oknum. Tetapi saya berterima kasih kepada Krisna Bayu yang pada waktu itu hadir dan mau menjembatani sehingga akhirnya medali itu bisa kita dapatkan, seharusnya medali itu tidak diberikan kepada atlet kita,” paparnya.
“Tetapi karena Krisna Bayu seorang Olympian dan pernah mengikuti beberapa kali SEA Games dan Asian Games sehingga tahu persis bagaimana perasaan atlet kalau menang tidak mendapatkan medali. Dan syaratnya waktu itu cuma satu, yaitu harus menurunkan media sosialnya yang dianggap menyerang institusi Asia Federasi dan itu ternyata diatur oleh aturan mereka, bukan karena perorangannya,” tutup Okto.
Dengan penjelasan tersebut, NOC Indonesia berharap publik dapat melihat polemik kickboxing SEA Games 2025 secara lebih utuh dan memahami bahwa setiap keputusan diambil demi menjaga nama baik Indonesia di panggung olahraga internasional.
Editor: Reynaldi Hermawan