Komentar Mengejutkan Fermin Aldeguer Usai Juara MotoGP Mandalika 2025
“Saya menunggu respons Bezzecchi; saya tidak tahu apa yang terjadi. Kemarin mereka sudah menandai saya seolah-olah dia datang dari belakang, menangkap saya. Dan saya berkata, ‘Saya tidak mau hari ini. Hari ini saya hanya ingin menjaga jarak dengan orang di belakang saya. Saya tidak ingin tahu siapa orangnya. Saya ingin balapan saya tetap berjalan jika saya yang pertama,’” ungkapnya.
Komentar itu menunjukkan bagaimana ketenangan dan strategi menjadi kunci keberhasilannya. Aldeguer menegaskan bahwa dia tidak ingin terjebak dengan pikiran siapa yang ada di belakang, melainkan hanya fokus menjaga kecepatan dan menghindari kesalahan.
Pada akhirnya, strategi itu terbukti jitu. Aldeguer berhasil melintasi garis finis tanpa tersentuh, sekaligus menorehkan sejarah sebagai pembalap termuda kedua yang menang di kelas MotoGP pada usia 20 tahun 183 hari.
Dia bahkan mengaku kaget dengan performa motornya. Pilihan ban medium sempat membuatnya ragu, tetapi ternyata memberikan kestabilan luar biasa sepanjang balapan.
“Dan begitulah adanya. Saya tidak menyangka akan memiliki kecepatan sehebat ini. Saya pikir balapannya akan kompetitif. Tapi saya tidak yakin apakah saya harus memulai dengan ban medium. Jadi saya pikir kami sangat tenang. Sekali lagi, saya rasa kami tidak membuat kesalahan apa pun,” pungkasnya.
Editor: Abdul Haris