Keluar Zona Nyaman, Apriyani Rahayu Jajal Ganda Campuran di China Masters 2026
Sebenarnya, ini bukan kali pertama Apriyani turun di sektor ganda campuran. Pemain kelahiran Konawe, Sulawesi Tenggara, tersebut pernah berpasangan dengan Panji Akbar Sudrajat, Jauza Fadhila Sugiarto, Agripinna Prima, Rinov Rivaldy, dan Fachryza Abimanyu pada periode 2014-2016.
Pengalaman itu membuat Apriyani tidak merasa canggung saat menjalani latihan perdana bersama Taufik. Meski begitu, dia mengakui perlu penyesuaian karena pola bermainnya masih terbawa gaya ganda putri.
“Kalau aneh sih enggak. Memang rotasi polanya memang masih, saya nya kan masih double (ganda putri) banget. Jadi emang masih menyesuaikan banget aja sih. Kalau ya sekiranya, ya tidak terlalu susahlah buat aku coba menyesuaikan,” terang dia.
Di usia 27 tahun, Apriyani tidak mempermasalahkan harus memulai lagi dari bawah di sektor berbeda. Dia memilih menikmati proses dan memaksimalkan setiap kesempatan yang diberikan tim pelatih.
“Enggak ada sih. Saya cukup mau menikmati aja. Dan tidak mau berpatokan dengan umur saya sih. Maksudnya selagi saya bisa, ya kenapa enggak? Selagi saya dikasih kepercayaan, ya kenapa enggak? Jadi ya udah, so happy,” pungkas Apriyani.
Keputusan rangkap di China Masters 2026 menegaskan komitmen Apriyani untuk terus berkembang. Tantangan dari babak kualifikasi di level Super 100 menjadi ujian awal bagi duet barunya di ganda campuran.
Editor: Reynaldi Hermawan