Finis Keempat di Buriram, Bagnaia Ungkap Kelebihan dan Kekurangan Ducati Terbaru
Selain merasa cocok secara teknis, Bagnaia juga puas dengan respons motor di Sirkuit Buriram. Trek tersebut dinilai mampu mengakomodasi karakter berkendaranya lebih baik dibanding pengalaman sebelumnya.
"Tahun lalu saya kesulitan sejak awal, dan begitu kami tiba di sini, ini adalah trek yang bagus untuk saya, tetapi tidak seperti Malaysia, di mana saya sangat kesulitan dalam uji coba," tutur Bagnaia.
Hasil Tes MotoGP 2026 Buriram Sesi 2: Alex Marquez Tercepat, Marc Marquez Keenam
Dia mengingat musim lalu tetap mampu naik podium saat balapan, meski tidak sepenuhnya nyaman dengan performa motor. Kini situasinya berbeda karena proses pengujian berjalan lebih solid.
“Dalam balapan saya berhasil naik podium, tetapi perasaan saya tidak begitu baik. Selama pengujian ini, kami bekerja keras pada ban bekas, dan bekerja keras untuk memahami motor ini. Saya rasa kami telah melangkah lebih maju," sambungnya.
Hasil Tes MotoGP 2026 Buriram: Bagnaia Tercepat, Marquez Dua Kali Kecelakaan
Meski puas dengan progres tim, Bagnaia mengidentifikasi satu pekerjaan rumah utama, yakni konsistensi saat pengereman. Dia menilai masih ada momen ketika motor tidak stabil saat memasuki tikungan dengan kecepatan tinggi.
“Saya mencari konsistensi yang lebih baik dalam pengereman, karena terkadang saya bisa mengerem dengan baik dan terkadang motor sedikit bergetar, tetapi itu karena kami memasuki tikungan dengan lebih cepat," jelas Bagnaia.
“Jadi, kita hanya perlu menemukan konsistensi yang lebih baik," ucapnya.
Dengan fondasi yang lebih kuat dari hasil tes di Buriram, Bagnaia membawa optimisme baru menyambut MotoGP 2026. Adaptasi cepat dengan Ducati Desmosedici GP26 membuka peluang besar untuk tampil lebih kompetitif sejak seri pembuka.
Editor: Reynaldi Hermawan