Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Yamaha Krisis Performa! Alex Rins Ungkap Motornya Semakin Ketinggalan
Advertisement . Scroll to see content

Finis Keempat di Buriram, Bagnaia Ungkap Kelebihan dan Kekurangan Ducati Terbaru

Selasa, 24 Februari 2026 - 08:00:00 WIB
Finis Keempat di Buriram, Bagnaia Ungkap Kelebihan dan Kekurangan Ducati Terbaru
Francesco Bagnaia merasa Ducati Desmosedici GP26 lebih cocok dengan gaya balapnya usai finis keempat dalam tes pramusim MotoGP Thailand 2026 di Buriram.. (Foto: IG/pecco63)
Advertisement . Scroll to see content

BURIRAM, iNews.id - Francesco Bagnaia mengaku langsung klop dengan Ducati Desmosedici GP26 setelah menuntaskan tes pramusim MotoGP Thailand 2026 di posisi keempat.

Pembalap Ducati Lenovo itu menilai motor terbarunya memiliki karakter berbeda dibanding musim lalu. Perubahan tersebut memberi rasa berkendara yang lebih sesuai dengan kebutuhannya di lintasan.

Hasil finis keempat secara keseluruhan di Sirkuit Buriram menjadi sinyal positif. Capaian itu terbilang penting mengingat musim lalu dia sempat mengalami kesulitan sejak awal pengujian.

Pecco, sapaan akrabnya, secara terbuka membandingkan GP26 dengan motor edisi sebelumnya. Dia merasakan perbedaan mendasar pada karakter dasar atau ‘DNA’ motor.

"Bagi saya, ini berbeda, tetapi lebih cocok dengan gaya berkendara saya,” kata Bagnaia dikutip dari Crash, Senin (23/2/2026).

Adaptasi di Buriram dan Evaluasi Pengereman

Selain merasa cocok secara teknis, Bagnaia juga puas dengan respons motor di Sirkuit Buriram. Trek tersebut dinilai mampu mengakomodasi karakter berkendaranya lebih baik dibanding pengalaman sebelumnya.

"Tahun lalu saya kesulitan sejak awal, dan begitu kami tiba di sini, ini adalah trek yang bagus untuk saya, tetapi tidak seperti Malaysia, di mana saya sangat kesulitan dalam uji coba," tutur Bagnaia.

Dia mengingat musim lalu tetap mampu naik podium saat balapan, meski tidak sepenuhnya nyaman dengan performa motor. Kini situasinya berbeda karena proses pengujian berjalan lebih solid.

“Dalam balapan saya berhasil naik podium, tetapi perasaan saya tidak begitu baik. Selama pengujian ini, kami bekerja keras pada ban bekas, dan bekerja keras untuk memahami motor ini. Saya rasa kami telah melangkah lebih maju," sambungnya.

Meski puas dengan progres tim, Bagnaia mengidentifikasi satu pekerjaan rumah utama, yakni konsistensi saat pengereman. Dia menilai masih ada momen ketika motor tidak stabil saat memasuki tikungan dengan kecepatan tinggi.

“Saya mencari konsistensi yang lebih baik dalam pengereman, karena terkadang saya bisa mengerem dengan baik dan terkadang motor sedikit bergetar, tetapi itu karena kami memasuki tikungan dengan lebih cepat," jelas Bagnaia.

“Jadi, kita hanya perlu menemukan konsistensi yang lebih baik," ucapnya.

Dengan fondasi yang lebih kuat dari hasil tes di Buriram, Bagnaia membawa optimisme baru menyambut MotoGP 2026. Adaptasi cepat dengan Ducati Desmosedici GP26 membuka peluang besar untuk tampil lebih kompetitif sejak seri pembuka.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut