Cerita Amel dan Anabel Atlet Biliar Kakak Beradik dari Pasuruan Menjaga Prestasi saat Pandemi
Salah satu perjalanan paling diingat dan mengesankan, ketika Amel mengikuti Kajuaraan Nasional di Jakarta pada 2015. Berangkat dari Surabaya dengan kereta api kelas ekonomi, tidur di stasiun dan emperan stadion Gelora Bung Karno di Senayan. Tetapi berkat support total dari orang tua Amel berhasil menjadi juara.
“Di situ saya berangkat dengan mama dan ayah. Biaya full sendiri. Alhamdulillah dapat penginapan dan transportasi buat hotel ke tempat pertandingan. Kita berangkat dari rumah naik kereta ekonomi sampai Jakarta kita sampai jam 2 subuh. Di situ kita nunggu jam 5 harus tidur di stasiun Pasar Senen dan karena kita taunya check in hotel jam 12 kita menunggu di stadion Gelora Bung Karno tiduran di emperan lalu jam 11 berangkat menuju hotel . Di situ alhamdulillah mendapatkan 2 medali emas dan dapat peraih medali emas terbanyak nomer tiga," ujar Amel.
Anabel mengatakan almarhum ayah mereka juga selalu berpesan agar mereka pantang menyerah. Salah satu pesan yang selalu diingat Anabel, sang ayah mengayakan kalau tertinggal skor, tidak boleh langsung menyerah karena itu belum kalah.
“Waktu kejurnas pertama di Cikarang dengan ketinggalan skor 6 0 , lawan dapat nilai 6 dan sedangkan mencari 7 kemenangan dan saya balik dengan skor 7 6 di 8 besar, dan mendapatkan perak di Kejurnas 2017," kata Anabel.
Keduanya masih memiliki jalan karier yang panjang. Hal itu karena peran sang ibu, Mona Johan.