Cerita Amel dan Anabel Atlet Biliar Kakak Beradik dari Pasuruan Menjaga Prestasi saat Pandemi
Mereka menceritakan betapa besar andil orang tua khususnya almarhum ayah, Johan Suhartono atas perjalanan prestasi mereka di cabang biliar ini. Amel diperkenalkan pada biliar oleh almarhum ayahnya ketika masih berusia 9 tahun atau saat kelas 3 SD sedangkan Anabel dilatih biliar saat kelas 2 SD. Ayah mereka memiliki usaha rumah biliar sehingga memudahkan mengenal dan menekuni permainan ini.
Amel tentu saja lebih dahulu berkiprah dan terjun di berbagai kejuaraan. Sang adik Anabel mengaku semakin tertarik kepada biliar ketika melihat sang kakak mulai sering menjadi juara dan menerima hadiah.
Amel mengatakan sosok almarhum ayahnya sebagai orang yang sangat gigih membimbing mereka untuk menjadi pebiliar berprestasi. Amel mengatakan ayahnya meninggalkan pesan sebelum meninggal pada 2017.
“Ayah gak bisa ninggalin harta tapi ayah bisa ninggalin ilmu billiar ini buat masa depan kamu," kata Amel meniru ucapan sang ayah.
Dari sang ayah juga mereka menjadi percaya biliar dapat menjadi jalan mengejar prestasi dan kebanggaan juga jalan menuju masa depan. Ayah mereka bukan sekedar memberi petuah tetapi terjun melatih dan mendampingi kemanapun mereka mengikuti lomba.