Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid
Advertisement . Scroll to see content

Wilayah Sleman Didominasi Zona Merah Covid-19

Senin, 14 Juni 2021 - 19:02:00 WIB
 Wilayah Sleman Didominasi Zona Merah Covid-19
Peta epidomologi Kabupaten Sleman. (Foto : Dok Humas Pemkab Sleman)
Advertisement . Scroll to see content

SLEMAN, iNews.id-Kasus terkonfrimasi Covid-19 di Sleman hingga sekarang belum dapat terkendalikan. Bahkan sekarang wilayah Sleman didominasi zona merah atau daerah yang risiko penularannya tinggi, yaitu di atas angka 1. 

Hal ini dapat terlihat dari daftar yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, pada 12 Juni  2021. Dari 17 kapenewonan di Sleman, 16 kapenewonan masuk zona merah atau risiko penularannya tinggi dan hanya satu kapenewonan yang masuk zona orange atau risiko penularan sedang serta tidak ada yang masuk zona hijau.

Ke 16 kapanewonan yang masuk zona merah itu adalah Godean, Moyudan, Minggir, Seyegan, Mlati, Depok,  Berbah, Prambanan, Ngemplak, Ngaglik, Sleman, Turi. Kemudian Gamping, Kalasan, Pakem, Prambanan, Cangkringan dan satu kapanewonan, yakni Tempel.

“Atas kondis ini saat ini Sleman yang tadinya zona orenge, sekarang terdegrasi masuk  zona merah,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Joko Hastaryo, Senin (14/6/2021).

Joko mengatakan, peningkatkan kasus Covid-19 ini pasca libur Lebaran ini  sebenarnya sudah diprediksikan. Meskipun hingga minggu ketiga  peningkatan belum signifikan namun pada minggu keempat pada Lebaran  mulai terjadi peningkatan yang signifikan. Tercatat selama seminggu penambahan kasus Covid-29  mencapai 1.000 lebih.

“Jika dirunut lagi, melonjaknya temuan kasus dikarenakan tracing yang belakangan gencar dilaksanakan. Selain tracing yang masif, mulai kendornya penerapan protokol kesehatan juga  turut andil dalam perluasan zona merah,” katanya.

Joko  menjelaskan di Sleman sendiri saat ini ada beberapa klaster penularan aktif. Di antaranya di Ngrangsan, Selomartani, Kalasan, Plosokuning, Minomartni, Ngaglik, Pogung Lor, Sinduadi, Mlati dan Tridadi, Sleman.

“Untuk klaster lainnya, seperti Ngaglik, Caturharjo, Sleman, Nglempong, Umbulmartani, Ngempak dan Paringgang, Caturtunggal, Depok sudah selesai,” katanya.

Menurut Joko, dari pemeriksaan yang dilakukan, hingga saat ini belum ditemukan mutasi varian baru luar negeri di Sleman. Termasuk hasil Genom UGM terhadap 9 warga Sleman yang meninggal juga bukan varian baru Covid-19. “Sampai saat ini belum ada varian baru di Sleman,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut