Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hotel di Sleman Terbakar, Tamu Terjebak Asap Tebal
Advertisement . Scroll to see content

Tolak RUU Omnibus Law, Ratusan Buruh dan Mahasiswa Demo dengan Protokol Kesehatan

Kamis, 16 Juli 2020 - 17:40:00 WIB
Tolak RUU Omnibus Law, Ratusan Buruh dan Mahasiswa Demo dengan Protokol Kesehatan
Peserta aksi Aliansi Rakyat Bergerak di Gejayan, Sleman menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja. (Foto: istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

ARB juga menengarai adanya komersialisasi dan neoliberalisasi dalam bidang pendidikan. Kampus tidak membuat mahasiswanya menjadi kritis, dan bukan jadi intelektual yang membangun bangsa.

“RUU ini hanya akan menguntungkan investor asing dan pemodal besar, yang menyengsarakan rakyat,” katanya.
Sementara itu, Lusi yang juga Humas ARB, mengatakan ada tujuh tuntutan dalam aksi ini. Pertama gagalkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Kedua berikan jaminan kesehatan, ketersediaan pangan, pekerjaan dan upah yang layak untuk rakyat terutama di saat pandemi.

Ketiga, Gratiskan UKT/SPP dua semester selama pandemi Covid-19. Keempat cabut UU Minerba, batalkan RUU Pertanahan, dan tinjau ulang RUU KUHP. Kelima segera sahkan RUU PKS. Keenam hentikan dwi fungsi Polri yang saat ini banyak menempati jabatan publik dan akan dilegalkan dalam omnibus law RUU Cipta Kerja

Ketujuh menolak otonomi khusus Papua dan berikan hak penentuan nasib sendiri dengan menarik seluruh komponen militer, mengusut tuntas pelanggaran HAM, dan buka ruang demokrasi seluas-luasnya.

“Aksi ini akan terus sampai omnibus law gagal dan kami akan bawa massa lebih banyak,” katanya.

Editor: Kuntadi Kuntadi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut