Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hotel di Sleman Terbakar, Tamu Terjebak Asap Tebal
Advertisement . Scroll to see content

Tolak RUU Omnibus Law, Ratusan Buruh dan Mahasiswa Demo dengan Protokol Kesehatan

Kamis, 16 Juli 2020 - 17:40:00 WIB
Tolak RUU Omnibus Law, Ratusan Buruh dan Mahasiswa Demo dengan Protokol Kesehatan
Peserta aksi Aliansi Rakyat Bergerak di Gejayan, Sleman menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja. (Foto: istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

SLEMAN, iNews.id – Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) melakukan aksi penolakan terhadap RUU Omnibus Law di simpang tiga Gejayan, Sleman Kamis (16/7/2020). Peserta aksi tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mengenakan masker dan juga menjaga jarak untuk mencegah Covid-19.

Aksi yang melibatkan mahasiswa dan buruh ini awalnya dari bundaran UGM, Yogyakarta. Mereka kemudian bergerak ke simpang tiga Gejayan dengan melakukan long march.

“Kita sama-sama berkumpul bahwa masyarakat Yogyakarta resah dan mendesak penolakan RUU Omnibus law Cipta Kerja,” kata Humas ARB Revo, di sela-sela aksi.

Revo mengatakan, aksi ini tetap menerapkan protokol kesehatan bukan karena menerima anjuran pemerintah, namun karena kepedulian peserta aksi terhadap kesehatan. Covid-19 telah berdampak luas di masyarakat dan banyak yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Ini kegagalan negara menghadapi situasi krisis, ekonomi kita tidak baik-baik saja Ada kesalahan dalam sistem kenegaraan ini,” katanya.

Dalam RUU Omnibus law, ada pasal-pasal yang menyulitkan pekerja. Mereka tidak bisa fleksibel dalam bekerja dengan jam kerja berlebihan. PHK akan menjadi ancaman bagi setiap pekerja.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut