"Namun bagaimanapun kami akan pertahankan tambak kami," katanya.
Ribut, petambak lainnya mengutarakan hal sama. Dia mengaku tak tahu jika wilayah tersebut akan ditertibkan. Padahal dirinya baru saja menebar benih udang yang kini sudah berumur 30 hari. Semua prosenya mengeluarkan modal hingga Rp40 juta. Jika tambak diratakan secara paksa, maka dia akan menanggung kerugian.
"Saya tidak tahu kalau wilayah ini akan ditertibkan. Modal ini utang bank," kata pria asal Madura yang tinggal di Demen tersebut.
Pantauan iNews.id, sejak pagi ratusan petugas gabungan TNI/Polri bersama Satpol PP sudah bersiaga di Pantai Congot, di sisi selatan Bandara YIA. Namun sampai pukul 13.00 WIB, rencana penertiban tambak belum juga dilakukan.
Sebuah alat berat berupa backhoe tampak terparkir di tepi jalan. Belum ada kejelasan pelaksaaan eksekusi 130 tambak tersebut. Adapun, penertiban tambak karena lokasi ini akan dijadikan sebagai sabuk hijau (greenbelt) mitigasi bencana Bandara YIA.
Editor: Donald Karouw