KULONPROGO, iNews.id – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo meratakan tambak udang di selatan Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YIA) mendapat perlawanan warga. Mereka menutup akses jalur wisata Pantai Glagah sampai Congot dengan menggunakan bambu, batang pohon dan beberapa material lain.
Aksi blokade jalan ini setelah pertemuan antara warga pemilik tambak dengan DPRD Kulonprogo berakhir buntu. Di mana warga meminta perlindungan dan dukungan untuk menunda penertiban.
28 Tambak Udang Kosong di Kulonprogo Kembali Diratakan untuk Kepentingan Bandara Yogyakarta
Warga berharap pemerintah memfasilitasi relokasi tambak ke wilayah Banaran seperti yang dijanjikan. Mereka menolak penertiban karena belum adanya kejelasan relokasi.
"Kemarin pemkab menjanjikan relokasi, tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan," ujar Hatmaji, seorang petambak, Kamis (31/10/2019).
Dia mengungkapkan memiliki lima tambak dengan ukuran masing-masing 1.500 meter. Saat ini tambak sudah dalam kondisi kosong usai sepekan lalu dipanen. Dia sengaja membiarkan tambak kosong karena takut akan dibongkar paksa.