Terdampak Covid-19, Perajin Perak dan Tembaga di Gunungkidul Terancam Gulung Tikar
GUNUNGKIDUL, iNews.id – Sejumlah pengusaha perak, kuningan dan tembaga filigree yang ada di Kabupaten Gunungkidul terancam gulung tikar. Sejak pandemi Covid-19, usaha mereka stagnan dan orderan sepi karena mengandalkan para wisatawan.
Kerajinan perak dan kuningan banyak dikembangkan oleh warga Pedukuhan Lemah Abang, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul. Usaha ini dilakukan secara turun-temurun, selama puluhan tahun. Setidaknya ada 10 pengusaha yang memproduksi aneka suvenir dan cendera mata. Namun kini tinggal dua yang tersisa setelah pandemi Covid-19 menimpa Indonesia.
“Dari 10 perajin kini tinggal 2 yang eksis, selebihnya sudah tutup,” kata Ketua Perajin Perak, Kuningan dan Tembaga Filigree, Suyari Arisucipto, Kamis (18/6/2020).
Sebelum ada Covid-19, mereka menjadi perajin yang aktif memasok aneka produk ke sentra kerajinan perak di Kotagede, Yogyakarta. Mereka juga banyak mendapatkan order dari sejumlah pengusaha besar. Namun begitu ada Covid-19, sejumlah pemesan enggan membayarnya karena juga terdampak. Mereka tidak mampu membayar karena memang tidak bisa menjual lagi.
“Karena Covid-19, mereka tak mau menerimanya. Padahal kita telanjur mengeluarkan biaya untuk bahan baku dan ongkos pekerja,” katanya.