Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Alam Ganjar Bicara Kolaborasi hingga Pacu Ekosistem eSports di Event SatSet Mabar Boyolali
Advertisement . Scroll to see content

Susah Dapat Sinyal Internet untuk Belajar Online, Handy Talky Bisa Jadi Alternatif

Selasa, 28 Juli 2020 - 11:37:00 WIB
Susah Dapat Sinyal Internet untuk Belajar Online, Handy Talky Bisa Jadi Alternatif
Komisioner KPU Sigi, Anhar Lasingki, berkomunikasi dengan tim verifikator di PPS di Desa Olu, Kecamatan Lindu, menggunakan handy talky (HT). (Foto : Dok Komisioner KPU Sigi)
Advertisement . Scroll to see content

"Perangkat HT produk China cukup murah, ada yang harganya Rp300.000, kalau perangkat telepon selular berbasis Android bisa lebih mahal," katanya.

Dodi mengatakan, untuk perangkat HT digital memang lebih mahal, namun juga memiliki keunggulan dimana satu frekuensi bisa dipakai bersama. Frekuensi misalnya milik dinas pendidikan setempat, dan ini bisa dipakai bersama untuk banyak sekolah.

"Satu frekuensi satu instansi, bisa bergantian, misalnya jam ini digunakan untuk sekolah A, jam ini sekolah B dan seterusnya. Namun, untuk perangkat HT digital ini relatif mahal, satu perangkat harganya di atas Rp1 juta," katanya.

Dia mengatakan, dengan perangkat HT ini komunikasi bisa dua arah, hanya tidak bisa full duplex, sehingga harus bergantian saat melakukan komunikasi.

"Misalnya pertama guru menyampaikan materi, semua siswa harus mendengarkan, dan nanti setelah selesai giliran siswa secara bergantian yang mengajukan pertanyaan atau penjelasan bila ada yang belum paham dari materi yang disampaikan," kata Dodi yang juga aktif di ORARI maupun RAPI ini.

Dodi yang juga anggota Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) ini menyebut perangkat HT lebih fokus pada materi atau pelajaran yang tidak membutuhkan gambar dalam penjelasannya.

"Hanya ini yang menjadi kendala, tetapi mungkin bisa dicarikan solusi. Yang jelas dengan menggunakan perangkat HT ini lebih hemat biaya dan juga jaringan lebih luas," katanya.

Editor: Nani Suherni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut