Pascakejadian itu, jalur ini langsung ditutup untuk penyelidikan. Namun selang sehari, jalur ikembali dibuka dan lalu lintas kembali normal.
Kepala Divisi Operasi PT Istaka Karya, Wirawan selaku pelaksana proyek Kentungan mengatakan, penyebab dua kendaraan terguling di proyek underpass sepanjang 17 meter dan tinggi 3 meter itu karena tanah ambrol. Hal ini memicu truk bermuatan kayu dan mobil Toyota Land Rover milik warga Australia terguling.
“Mungkin karena overload, tanah di tebing galian sisi utara proyek underpass ambrol yang menyebabkan kendaraan terguling ke dalam,” katanya.
Jalan yang ada di samping proyek sebenarnya hanya boleh dilewati untuk kendaraan kecil seperti roda dua dan mobil pribadi. Proyek juga sudah memasang rambu larangan bagi truk dan bus besar melintas. Namun, masih ada yang nekat melintas hingga akhirnya truk bermuatan kayu terguling.
“Kami akan timbun tanah di lokasi dan lakukan penguatan di tebing yang ambrol,” katanya.