Serapan Gas Melon di Gunungkidul Turun, Banyak Warga Beralih ke Kayu Bakar
“Sepekan saya dapat jatah 90 tabung, kadang sisa setengah. Itupun saya sudah muter-muter cari tabung kosong,” kata Hasan pemilik pangkalan.
Menurutnya, setiap pekan dirinya harus nombok karena harus mengeluarkan biaya untuk mengambil stok. Kuota itu harus dihabiskan agar gas di pangkalannya tidak menumpuk.
“Kadang harus rugi, karena stok belum habis sudah harus menebus lagi,” katanya.
Pemilik pangkalan yang lain, Dedy mengaku kebingungan untuk menghabiskan stok gas elpijinya. Hari ini merupakan jadwalnya mendapat kiriman sebanyak 90 tabung. Namun di pangkalan yang dia miliki masih ada sisa 40 tabung.
"Saya harus bagaimana. Nyari pinjaman tabung? Sudah susah sekarang," ujarnya.
Menurutnya saat ini banyak pangkalan yang menjual elpiji dengan cara berkeliling. Mereka juga menabrak kesepakatan batas dan area penjualan. Bahkan dalam praktik di lapangan juga terjadi perang harga.
"Ini kami tidak bisa menjual, lha kok pangkalan dan agen baru terus nambah. Kami bisa gulung tikar kalau kayak gini," kata dia.
Editor: Kuntadi Kuntadi