Serapan Gas Melon di Gunungkidul Turun, Banyak Warga Beralih ke Kayu Bakar
GUNUNGKIDUL, iNews.id - Serapan gas elpiji ukuran tiga kilogram atau dikenal dengan gas melon di Kabupaten Gunungkidul menurun. Sejumlah pangkalan mengeluh tidak bisa menjual sesuai target karena banyak berdiri pangkalan elpiji baru.
Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Gunungkidul, Asar Janjang Riyanti mengakui jika kondisi penjualan gas elpiji tiga kilogram sedang lesu. Hal ini bukan diakibatkan adanya penambahan kuota, namun karena memang kondisi ekonomi. Selain itu juga cuaca kurang berpihak.
"Daya beli masyarakat menurun serta cuaca sangat terik. Masyarakat banyak yang kembali ke kayu bakar," ujarnya.
Sementara di kalangan pemilik pangkalan menduga penurunan ini karena iklim usaha yang tidak sehat. Pemerintah dan Pertamina terlalu mudah mengeluarkan izin pendirian agen dan pangkalan baru. Kondisi ini menjadikan persaingan antarpangkalan.
Tidak jarang pemilik pangkalan memilih jual rugi demi menghabiskan kuota atau jatah mingguann. Jika kondisi ini dibiarkan maka akan banyak pangkalan yang gulung tikar.