Sejarah Sekaten, Peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Penyebaran agama Islam menggunakan media perantara berupa kesenian gamelan karena kala itu masyarakat cukup menggemari kesenian budaya Jawa dengan gamelannya. Akhirnya sebagai bentuk untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tidak lagi menggunakan media kesenian rebana melainkan dengan menggunakan kesenian gamelan.
Penyebaran agama Islam di Jawa diprakarsai oleh para wali yang terkenal dengan wali songo. Nama-nama wali songo, yaitu Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Gunungjati, Sunan Muria, Syekh Maulana Maghribi dan Syekh Siti Jenar.
Masih berkaitan dengan cerita tersebut, penyebaran agama Islam yang menggunakan kesenian gamelan, kemudian Kanjeng Sunan Kalijaga membuat alat seperangkat gamelan yang diberi nama sebagai Kiai Sekati. Sebagai upaya untuk turut memeriahkan perayaan Nabi Muhammad SAW, gamelan Kiai Sekati ditempatkan pada halaman Masjid Demak.
Gamelan itu dipukul bertahun-tahun lalu dalam perayaan untuk memperingan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan digunakan kesenian gamelan yang sangat menarik perhatian masyarakat dari kalangan berbagai penjuru.
Momen acara berkumpulnya banyak orang tersebut akhirnya dimanfaatkan sebagai wahana oleh para wali untuk menyampaikan ajaran agama Islam dengan cara memberikan ceramah atau wejangan mengenai agama Islam.