Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kecelakaan Beruntun 3 Kendaraan di Kulonprogo, 1 Orang Luka-Luka
Advertisement . Scroll to see content

Puluhan Sumur di Kulonprogo Diduga Tercemar Air Lindi TPA Banyuroto

Senin, 15 Juli 2019 - 19:48:00 WIB
Puluhan Sumur di Kulonprogo Diduga Tercemar Air Lindi TPA Banyuroto
Wakil Ketua DPRD Kulonprogo Ponimin Budi Hartono melihat lokasi instalasi pengolahan lindi di TPA Sampah Banyuroto, Kulonprogo. (Foto: iNews.id/Kuntadi)
Advertisement . Scroll to see content

Sementara pemerintah berencana membuang saluran air lindi ke sungai. Untuk itulah warga ingin ada bangket yang kuat agar lindi tidak mencemari dan masuk ke sumur-sumur warga. “2014 kita pernah protes dan dijanjikan ada perbaikan, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” ucapnya.   

Warga lainnya, Rubiyem mengatakan, sumurnya berjarak sekitar 50 meter dari sungai yang tercemar lindi. Saat musim hujan, air sumur mengeruh dan berbau tidak sedap. Terpaksa keluarganya membeli air kemasan untuk kebutuhan memasak dan minum. “Air lindi warnanya hitam, kami tidak tega kalau dipakai mengkonsumsi,” katanya.

Kepala UPT Persampahan, Air limbah dan Pertamana, DPUPKP Kulon Progo, Toni mengatakan secara umum lindi dari tumpukan sampah di TPAS itu sebetulnya sudah tertangani. Ada area instalasi pengolahan limbah tersebut yang sudah berfungsi namun hasil akhirnya belum 100 persen bagus.

Lindi, kata dia, sebetulnya juga berfungsi sebagai pupuk cair dan bagus untuk tanaman. Dia memastikan bahwa jaringan pipa pembuangan yang bocor sudah dibenahi. Satuan Kerja Pengolahan Sampah dari kementerian juga sudah turun tangan melakukan penanganan. Perbaikan talud dan jembatan timbang telah diusulkan namun belum diketahui kelanjutannya.  

Wakil Ketua DPRD Kulonprogo Ponimin Budi Hartono siang tadi sempat menengok langsung kondisi di TPAS. Dewan mendesak agar lokasi pembuangan sampah dilakukan pelebaran. Selain itu masih adanya kendala dalam pengolahan limbah yang harus ditangani.

Talud di area bawah harus segera ditangani karena dampak pencemarannya ke sumur warga,” ujarnya. 

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut