Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Candaan Berujung Maut, Mahasiswa Tewas Ditembak Petani di Sumba Barat Daya NTT
Advertisement . Scroll to see content

Petani Kulonprogo Tolak Rencana Impor Beras, Ini Alasannya

Kamis, 18 Maret 2021 - 16:50:00 WIB
Petani Kulonprogo Tolak Rencana Impor Beras, Ini Alasannya
Petani Kulonprogo membawa gabah hasil panen masa tanam pertama. (Foto: iNews.id/Kuntadi)
Advertisement . Scroll to see content

KULONPROGO, iNews.idPetani Kulonprogo menolak kebijakan pemerintah yang akan melakukan impor satu juta ton beras. Mereka khawatir kebijakan ini akan berdampak terhadap harga jual gabah di kalangan petani. 

“Kalau saya pribadi kurang setuju, karena impor itu akan merugikan petani,” kata Setya salah seorang petani di Temon, Kulonprogo.

Setyo mengatakan, hasil panen padi di Kulonprogo cukup melimpah. Bahkan setiap tahun total produksi melebihi kebutuhan masyarakat, sehingga masa ada surplus. Masa tanam padi dalam setahun dua kali dan hasil panenan juga terjaga.

Petani saat ini justru mengeluhkan dengan menurunnya hargajual gabah kering di kalangan petani. Dalam kondisi normal harga gabah kering mencapai Rp4.200 per kilogram. Sedangkan saat ini harga gabah panen hanya Rp3.000 atau menurun dibanding sepekan lalu yang mencapai Rp3.400 per kilogram. Sedangkan harga normal mencapai Rp3.800 per kilogramnya. 

“Belum impor saja harga sudah turun, bagaimana kalau jadi impor. Petani yang akan merugi kalau impor jadi dilakukan,” katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut