Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sambut Waisak 2026, Ditjen Bimas Buddha Gelar Program Vesākha Sānanda Sebulan Penuh
Advertisement . Scroll to see content

Pernyataan Menag Yaqut Disebut Tendensius dan Bikin Gaduh Masyarakat

Senin, 25 Oktober 2021 - 08:29:00 WIB
 Pernyataan Menag Yaqut Disebut Tendensius dan Bikin Gaduh Masyarakat
Pernyataan Menag Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut Kemenag bukan hadiah dari negara untuk umat Islam keseluruhan, tapi hadiah negara khusus kepada NU banjir kritikan. (Dokumen GP Ansor)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dinilai tendensisus dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Dalam pernyataannya Yaqut Cholil Qoumas  mengklaim sepihak jika Kementerian Agama (Kemenag) bukan hadiah dari negara untuk umat Islam secara keseluruhan, tapi hadiah negara secara khusus kepada Nahdlatul Ulama (NU).

Anggota DPR dari FPAN, Guspardi Gaus menilai pernyataan Yaqut bersifat tendensius dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat. "(pernyataan itu) Juga menafikan peranan dan sikap toleransi para wakil-wakil pemimpin Islam saat pendirian Kemenag," ujar Guspardi di Jakarta, Minggu ( 24/10/2021).

Dia mengungkapkan merujuk sejarah pembentukan, Kemenag ditetapkan dengan Penetapan Pemerintah No 1/SD tanggal 3 Januari 1946. Dan itu dipandang sebagai kompensasi atas sikap toleransi wakil-wakil pemimpin Islam moncoret tujuh kata dalam Piagam Jakarta yaitu, Ketuhanan  dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

Menurut Guspardi, penyataan Yaqut telah mengaburkan bahkan menghilangkan peran aktif dan sikap toleransi dari wakil-wakil pemimpin Islam ketika itu. 

Selain itu, kompromi sejumlah perwakilan pemimpin organisasi Islam maknanya bukan cuma untuk NU, tapi juga ormas Islam lainnya yang mempunyai peranan dan kontribusi dalam pembentukan Kemenag.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut