Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Jateng Bongkar Sindikat Penipuan Kripto Internasional di Sukoharjo, 38 Orang Ditangkap
Advertisement . Scroll to see content

Penipuan Online Semakin Marak, Begini Kata Kapolda DIY

Jumat, 12 Mei 2023 - 20:44:00 WIB
Penipuan Online Semakin Marak, Begini Kata Kapolda DIY
Polda DIY mencatat ada kenaikan jumlah kejahatan berkedok penipuan secara online. (Foto Ilustrasi : Ist)
Advertisement . Scroll to see content

BANTUL, iNews.id- Polda DIY mencatat ada kenaikan jumlah kejahatan berkedok penipuan secara online. Biasanya, pelaku penipuan ini mengaku sebagai pejabat publik dan meminta sejumlah uang, atau menawarkan barang secara online dengan harga murah.

Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan mengatakan, laporan penipuan online yang diterima pihaknya bahkan telah menyasar kepada penjualan barang dengan nominal cukup besar seperti kendaraan.

"Ada laporan yang kami terima, korban ditawari kendaraan lewat pesan online dengan harga dibawah pasaran atau lebih murah. Kemudian, korban ini langsung percaya saja, langsung transfer uang. Setelah ditransfer tetapi barang tidak ada, yang jual dicari juga tidak ketemu oleh korbannya," katanya saat berjumpa langsung dengan masyarakat di acara Jumat Curhat yang berlangsung di Kalurahan Sabdodadi, Bantul, Jumat (12/05/2023).

Kapolda DIY saat memberikan keterangan kepada media usai acara Jumat Curhat di Kabupaten Bantul, Jumat (12/5/2023). (Foto : iNews.id/Yohanes Demo)
Kapolda DIY saat memberikan keterangan kepada media usai acara Jumat Curhat di Kabupaten Bantul, Jumat (12/5/2023). (Foto : iNews.id/Yohanes Demo)

Kapolda menyebut bahwa pelaku kerap menggunakan nama-nama pejabat untuk meyakinkan korbannya. Atas maraknya kasus penipuan online ini, pihaknya mewanti-wanti kepada masyarakat untuk lebih waspada dan tidak mudah percaya dengan pesan online yang diterima.

"Kita harus pastikan betul-betul apakah itu benar atau tidak. Karena sekarang pelaku juga kerap menggunakan nama-nama pejabat," ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut