Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid
Advertisement . Scroll to see content

Pemkab Sleman Genjot Percepatan Vaksinasi Covid-19

Kamis, 20 Januari 2022 - 16:53:00 WIB
Pemkab Sleman Genjot Percepatan Vaksinasi Covid-19
Pedagang Pasar Sambilegi, Maguwoharjo, Depok, Sleman mengikuti vaksin Covid-19. (Foto : Koran Sindo/priyo setyawan)
Advertisement . Scroll to see content

SLEMAN, iNews.id - Pemkab Sleman genjot percepatan vaksinasi Covid-19, termasuk vaksinasi anak dan vaksinasi penguat. Pemkab menggerakkan kader kesehatan hingga RT/RW.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Khamidah Yuliati mengatakan pihaknya melibatkan lintas perangkat daerah, termasuk pihak swasta yang ingin berkontribusi dalam vaksinasi.

Pemkab Sleman juga menggerakkan kader kesehatan, termasuk RT/RW dalam pelaksanaan vaksinasi penguat untuk lansia, agar segala informasi dapat tersampaikan pada sasaran yang tepat.

"Pemberian vaksin 'booster' (penguat) untuk lansia di Kabupaten Sleman telah dimulai sejak 12 Januari 2022, di Kelurahan Sardonoharjo, Kepanewon (Kecamatan) Ngaglik," kata Khamidah Yuliati di Sleman, Kamis (20/1/2022).

Berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), capaian vaksinasi lansia dari target sasaran 124.932 jiwa, penerima vaksin penguat saat ini telah mencapai 0,4 persen atau 541 jiwa.

"Syarat untuk menerima vaksin 'booster' ialah vaksinasi dilayani secara reguler di fasilitas kesehatan pemerintah, baik puskesmas atau RSUD dan dilakukan secara gratis atau tidak dipungut biaya," katanya.

Khamidah mengatakan vaksinasi penguat ditujukan masyarakat yang berusia 18 tahun ke atas dan diprioritaskan lansia yang berusia 60 tahun ke atas, serta telah mendapat vaksin primer (dosis 1 dan 2) dengan rentang waktu enam bulan dari vaksin dosis kedua.

"Vaksin 'booster' yang digunakan saat ini sesuai dengan ketersediaan yang ada di Dinas Kesehatan DIY dan Dinas Kesehatan Sleman yaitu Pfizer dan AstraZeneca," katanya.

Ia mengatakan masing-masing akan diberikan setengah dosis. Jika vaksin pertama dan keduanya Sinovac maka boleh memilih salah satu, Pfizer setengah dosis atau AztraZeneca setengah dosis.

"Kemudian untuk vaksin jenis Moderna, bagi masyarakat yang menerima vaksin primer (dosis 1 dan 2) AstraZeneca, berdasarkan edaran terakhir maka dapat diberikan vaksin Pfizer setengah dosis atau Moderna setengah dosis," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut