BANTUL, iNews.id – Paguyuban Dukuh Kabupaten Bantul, Pandu, berharap mekanisme pengisian kepala dukuh kembali menggunakan pemilihan langsung. Alasannya kepala dukuh yang terpilih atas dasar hasil ujian tertulis, banyak yang belum mampu melaksanakan pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan.
Ketua Paguyuban Pandu, Sulistyo mengatakan Pandu secara tertulis telah mengirimkan surat kepada bupati, DPRD dan Pansus DPRD dalam penyusunan Raperda Pemong Kalurahan. Sesuai aspirasi masyarakat, banyak yang menginginkan pengisian pamong khususnya dukuh kembali dengan pemilihan.
Pergoki Selingkuh dengan Ibunya, Pemuda di NTB Bunuh Kepala Dusun
“Seleksi hanya mengandalkan kemampuan akademik kurang memperhatikan pengalaman kemasyarakatan dan elektabilitas calon,” kata Sulistyo, Rabu (11/12/2019).
Selain banyak yang kurang mampu melaksanakan tugas, banyak kegiatan yang harus diampu oleh keluarganya. Alasan lain, masyarakat merasa tidak memiliki kepala dukuh hasil seleksi, karena masyarakat tidak memilih secara langsung.
Diduga Ada Kecurangan, Warga Tolak Hasil Pemilihan Kepala Dusun
“Bahkan ada sejumlah kepala dukuh hasil seleksi justru ditolak masyarakatnya,” katanya.